November 22, 2010

BRONCHOPNEUMONIA

A . PENGERTIAN
Pneumonia adalah : proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Berdasarkan letak anatomis dibagi menjadi 3 yaitu pneumonia lobaris, pneumonia lobularis (bronchopneumonia) dan pneumonia interstitialis (bronkiolitis).
Bronchopneumonia adalah proses infeksi akut yang menyerang bronkus paru.

B . ETIOLOGI
1. Bakteri (H influenza)
2. Virus
3. Mycoplasma pneumoniae
4. Jamur
5. Aspirasi (makanan, keroses, amnion, dsb).
6. Pneumonia hipostatik
7. Sindrom Loeffler

C . FAKTOR RESIKO
1. Umur kurang dari 2 bulan
2. Laki-laki
3. Gizi kurang
4. BBLR
5. Tidak mendapat ASI memadai
6. Polusi udara
7. Kepadatan tempat tinggal
8. Imunisasi yang tidak memadai
9. Membedung anak berlebihan
10. Defisiensi vitamin


Faktor resiko meningkatnya kematian karena pneumonia
1. Umur kurang 2 bulan
2. Tingkat sosio ekonomi rendah
3. Kurang gizi
4. BBLR
5. Tingkat pendidikan ibu yang rendah
6. Tingkat jangkauan pelayanan kesehatan yang rendah
7. Kepadatan tempat tinggal
8. Imunisasi yang tidak memadai
9. Menderita penyakit kronis
10. Aspek kepercayaan setempat dalam praktek pencarian pengobatan yang salah

D . TANDA DAN GEJALA
1. Suhu 39 – 400 C kadang disertai kejang
2. Anak gelisah
3. Dispnea
4. Pernafasan cepat dan dangkal
5. Nafas cuping hidung
6. Sianosis
7. Muntah dan diare
8. Batuk (setelah beberapa hari sakit mula-mula kering kemudian produktif).
9. Ronchi basah, nyaring halus atau sedang.

E . PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
- Foto thoraks : bercak-bercak infiltrat pada satu atau beberapa lobus
- Laboratorium : leukositosis
• Biakan usapan tenggorok / darah
• Urin lebih tua, albuminuria ringan
• AGD : asidosis metabolik



F . KOMPLIKASI
 Empiema
 Otitis media akut
 Atelektasis
 Empisema
 Meningitis
G . PENATALAKSANAAN
- Medik
• Penisillin 50.000 U/kgBB/hari
• Kloramfenikol 50 – 70 mg/kgBB/hari atau antibiotika spektrum luas
• Terapi O2
• Terapi intravena
• Koreksi sesuai hasil AGD
- Keperawatan
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sekresi bronkus
2. PK: Asidosis metabolik
3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan pemasukan b.d faktor biologis.
4. Resiko kekurangan volume cairan
5. Hipertermi berhubungan dengan penyakit.
6. Defisit perawatan diri : mandi, makan, toileting berhubungan dengan kelemahan.
7. Resiko kerusakan integritas kulit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar