November 22, 2010

STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN EPISODE DEPRESIF

STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN EPISODE DEPRESIF

1. Definisi penyakit: Pada semua tiga variasi dari epidose depresif khas yang tercantum dibawah ini : ringan sedang, dan berat individu biasanya menderita suasana perasaan (mood) depresif, kehilangan minat dan kegembiraan dan berkurangnya enersi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelan dan berkurangnya aktifitas
2. Tanda dan Gejala
a. Konsentrasi dan perhatian berkurang
b. Harga diri dan kepercayaan diri berkurang
c. Gagasan tentang perasaan bersalah dan tidak berguna (bahkan pada episode ringan sekalipun)
d. Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis
e. Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri
f. Tidur terganggu
g. Nafsu makan berkurang
3. Patofisiologi
4. Pemeriksaan penunjang
5. Management terapi
- Farmakoterapi
- Terapi psikososial: terapi kognitif, terapi interpersonal, terapi perilaku, terapi berorientasi psikoanalitik, terapi keluarga

BAB II STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN EPISODE DEPRESIF

Diagnosa keperawatan yang biasa muncul pada klien dengan episode depresif
1. Kerusakan interaksi sosial
2. Isolasi sosial
3. Harga diri rendah kronik
4. Keputusasaan
5. Gangguan pola tidur
6. Kurang perawatan diri: pemberian makan

No Diagnosa Faktor resiko/batasan karakteristik NOC NIC
Harga diri rendah kronik
Definisi: Evaluasi diri/perasaan yang negatif terhadap diri atau kemampuan diri dalam waktu yang lama
Batasan karakteristik
- rasionalisasi atau menolak umpan balik positif dan memunculkan umpan balik negatif terhadap diri (dalam waktu yang lama)
- Verbalisasi negatif terhadap diri dalam waktu yang lama
- Ragu untuk mencoba situasi atau sesuatu yang baru
- Ekspresi rasa malu atau bersalah dalam waktu yang lama
- Mengevaluasi diri sebagai tidak mampu mengatasi kejadian (alam waktu yang lama)
- Kurang kontak mata
- Non assertive/passive
- Sering kurang berhasil dalam kerja atau kejadian dalam hidup
- Berlebihan dalam mencari jaminan
- Terlalu tergantung pada opini orang lain
- Bimbang/ragu Harga diri

Peningkatan harga diri
Dukungan emosional

Peningkatan sosialisasi

Peningkatan gambaran diri

Peningkatan dukungan sistem
Keputusasaan
Definisi: Kondisi subyektif dimana individu melihat batasan atau tidak ada alternatif atau pilihan personal yang tersedia dan tidak dapat memobilisasi energi sendiri Batasan karakteristik
- Pasif, penurunan verbalisasi
- Penurunan afek
- Tanda verbal (saya tidak dapat)
- Menutup mata
- Penurunan nafsu makan
- Penurunan respon pada stimulasi
- Peningkatan atau penurunan tidur
- Kurang inisiatif
- Kurang kterlibatan dalam perawatan/pasif mengikuti perawatn
- Mengalihkan dari pembicaar
Harapan Menanamkan harapan

Kehadiran

Membangun hubungan kompleks

Pengelolaan mood
Gangguanpola tidur

Definisi: Gangguan batasan waktu dari tidur (natural, penskorsan kesadaran periodik) jumlah dan kualitas Batasan karakteristik:
- Terjaga dalam waktu yang lama
- Insomnia
- kerusakan dari pola normal
- Mulai tidur lebih dari 30 menit
- Insomnia awal pagi
- Terjaga lebih cepat atau lebih lama dari pada yang diinginkan
- Secara verbal mengeluh tidak merasa istirahat
- Meningkatnya proporsi dari tahap 1 dari tidur
- Waktu tidur kurang dari kebutuhan sesuai usia
- Ketidakpuasan tidur
- Terjaga tiga kali atau lebih
- Menurunya proporsi dari tahap 3 dan 4 tidur (misalnya hiporesponsif, tidur berlebihan, menurunnya motivasi)
- Menurunya proporsi dari tidur REM (misalnya REM berulang, hiperaktifitas, labil secara emosional, agitasi, dan impulsivity, gamabran atypical polysomnographic)
- Penurunan kemampuan untuk berfungsi Tidur Peningkatan tidur
Kurang perawatan diri: pemberian makan Definisi: Gangguan kemampuan untuk melakukan atau menunjukkan aktifitas makan
Karakteristik:
Ketidakampuan untuk:
- menelan makanan
- menyiapkan makanan untuk ingestion
- memegang utensils
- mengunyah makanan
- menggukan alat bantu
- mengambil makanan ke utensils
- membuka containers
- ingest makanan dengan aman
- manipulasi makanan dalam mulut
- membawa makanan dari receptacle ke mulut
- complete a meal
- ingest food dengan tingkah laku yang dapat diterima sosial
- mengambil gelas
- ingest sufficicient food Perawatan diri: pemberian makan Pemberian makan

Bantuan Perawatan diri: pemberian makan


BAB III PENUTUP

Daftar Pustaka
McCloskey, J.C, Bulechek, G.M, 1996, Nursing Intervention Classification (NIC), Mosby, St. Louis

NANDA, 2001, Nursing Diagnoses : Definitions and Classification 2001-2002, Philadelphia

Kaplan dan Sadock, 1997, Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinik. Jakarta: Binarupa Aksara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar