Senin, 22 November 2010

SIKAP

Sikap
a. Definisi
Sikap menurut Notoatmodjo (1997) adalah kecendrungan untuk mengadakan tindakan terhadap suatu obyek, dengan suatu cara yang menyatakan adanya tanda-tanda untuk menyenangi obyek tersebut. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksana motif-motif tertentu.
Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas, tetapi merupakan suatu predisposisi tindakan atau perilaku. Sikap masih merupakan faktor tertutup bukan merupakan reaksi terbuka tingkah laku yang terbuka. Lebih dapat dijelaskan lagi bahwa sikap merupakan reaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek.
Wahl dan Bloom (Dimyati, 1999 cit Retnoningrum, 2008), membagi sikap dalam lima tingkatan yaitu: penerimaan, partisipasi, penilaian dan penentuan sikap, organisasi dan pembentukan pola hidup (Ruminem, 2005 cit Retnoningrum, 2008). Penerimaan berarti tindakan terhadap suatu objek, dengan suatu cara yang menyatakan adanya tanda-tanda untuk menyenangi objek tersebut. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksana motif-motif tertentu. Kepekaan tentang hal tertentu dan kesediaan memperhatikan hal tersebut, kemudian adalah menentukan sikap dan selanjutnya adalah mampu membentuk suatu sistem nilai sebagai pedoman hidup, sedangkan pada tingkatan tertinggi adalah mampu menghayati nilai dan membentuknya menjadi pola nilai kehidupan pribadi (Ruminem, 2005 cit Retnoningrum, 2008).
b. Ciri-ciri sikap
Menurut Azwar (2008) sikap memiliki ciri-ciri: a) sikap tidak dibawa sejak lahir, melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan orang itu dalam hubungan dengan objek; b) sikap dapat berubah karena keadaan; c) sikap tidak dapat berdiri sendiri, tetapi senantiasa mempunyai hubungan tertentu dengan suatu objek; d) sikap mempunyai segi motivasi dan segi-segi perasaan.
Sifat inilah yang membedakan sikap dengan pengetahuan. Sikap merupakan aspek perilaku yang tidak statis tetapi bersifat dinamis dan terbuka terhadap perubahan perilaku. Sikap seseorang terhadap suatu objek dapat berubah dengan bertambahnya informasi tentang objek tersebut. Sikap dapat diekspresikan secara verbal sehingga menjadi opini atau pandangan mengenai suatu objek (Azwar, 2008).
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap
Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap menurut Kholifah (2006) cit Retnoningrum (2008) adalah situasi, pengalaman orang lain, pengalaman seseorang dan nilai. Ahli psikologi sosial menemukan bahwa terdapat 3 sumber sikap yang paling utama yaitu: a).pengalaman pribadi: sikap dapat merupakan hasil pengalaman yang menyenangkan atau menyakitkan terhadap objek sikap, b) sikap negatif : sikap negatif merupakan pemindahan perasaan yang menyakitkan. Orang secara tidak sadar mengalihkan perasaan yang menyakitkan (terutama permusuhan) jauh dari objek yang sebenarnya kepada objek lain yang lebih aman. c). pengaruh sosial : pengaruh sosial sering membentuk sikap seseorang jauh sebelum orang tersebut bertemu dengan objek sikap tersebut. Pengaruh yang mungkin akan menjadi sumber utama sikap bisa berasal dari orang tua, teman sebaya dan media massa.
d. Tingkatan sikap
Notoatmodjo (2003), sikap terdiri dari berbagai tingkatan, yaitu: a) menerima (receiving) : menerima diartikan bahwa orang (subjek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (objek); b) merespon (responding): memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap. Karena dengan menjawab pertanyaan atau mengerjakan tugas yang diberikan, terlepas dari pekerjaan itu benar atau salah, berarti orang tersebut menerima ide tersebut; c) menghargai (valuing): indikasinya antara lain mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu masalah; d) bertanggungjawab (responsible): bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko merupakan sikap yang paling tinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar