November 22, 2010

RHABDOMYOLITIS

RHABDOMYOLITIS

Rhabdomyolitis adalah sindrom yang dihasilkan dari destruksi sel-sel dan otot skelet dengan bocornya racun otot intraseluler masuk kealiran darah. Sering terjadi pada trauma situasi, seperti injuri remuk, dimana terjadi kerusakan otot dengan kuantitas yang luas.
Penyebab:
 Kerusakan traumatik pada otot dengan kuantitas yang luas seperti injuri remuk
 Latihan yang dilakukan orang sehat dengan frekuensi sedang hingga berat
 Dapat juga terjadi pada prajurit muda yang melakukan pelatihan pada cuaca yang panas dan lembab
 Alkoholik kronis
 Serosis hati
 Infeksi viral, bacterial dan riketsia
 Virus infulensatipe A dan B
Klasifikasi rhabdomyolitis
1. Tipe pure eksersional
2. Tipe eksersi pada keadaan defisiensi enzim genetik
3. Tipe eksersi dalam bentuk non heriditer
Tanda dan gejala
Gejalanya non spesifik, meliputi:
 Peningkatan ventilasi
 Penurunan fungsi system saraf pusat dengan manifestasi: sakit kepala, letargi, stupor hingga koma
 Nyeri otot, kram dan kelemahan, otot dapat membengkak
 Demam dapat muncul terutama jika dihubungkan dengan infeksi
 Pada ekstermitas yang mengalami nyeri terjadi penurunan ROM
 Pada beberapa pasien dapat asimtomatik
Hasil laboratorium
 Peningkatan keratin kinase (diagnosis utama) akan meningkat 5X lebih besar dari level yang normal dan dapat mencapai lebih dari 100.000 iu/L
 Urinalisis: urin akan kehitaman dengan meningkatnya ekskresi mioglobin, menunjukkan test positip pada hemoglobin, pada mikroskop akan menunjukkan hanya beberapa sel darah merah. Tes urin mikroskop menunjukkan Muddy Cast, dengan rediagnostik terdapat mioglobin dan hemoglobin pada cairan tubular renal.
 Ditemukan abnormalitas elektrolit: hipernatremi, hiperkalemia, hiperuresemia dan laktik asidosis

Diagnosis banding: polymyositis, dermatomyositis, rematoid arthritis, fibrositis, polymyalgia rheumaica, tendonitis, infeksi lokal.
Perawatan: tergantung pada kondisi, istirahat, rehidrasi dan alkalinazation pada urine. Renal dialysis dan perawatan pada hiperkalemia dapat diperlukan.
 Pertama dan utama adalah meningkatkan out put urin, dengan memberikan IV normal salin dari 4 hingga 6 liter dalam waktu 24 jam pertama
 Pemberian bicarbonate untuk mengalkalisasi urin
 Mempertahankan PH urin lebih dari ki6 mencegah disasosiasi myoglobin
 Pemberian osmotik diuretik seperti manitol dan lasik
 Perawatan berdasarkan kondisi seperti syndrome kompartemen, dimana peningkatan tekanan interkompartemental menyebabkan deprivasi dari aliran darah dan kematian jaringan
 Perawatan harus kontinyu hingga dipstick urin negative pada darah, kreatinin normal dan seluruh tes laboratori yang mangarah ke rhabdomyolitis kenbali normal
Komplikasi
 Gagal Ginjal Akut, aritmia jantung, Disceminated Intravascular Coagulopathy(DIC)
 Cardiomyopati dan gagal nafas dapat terjadi

Pencegahan
 Hidrasi yang adekuat
 Disarankan pada aktivitas latihan yang tinggi untuk memperhatikan temperature dan kelembapan.

DAFTAR PUSTAKA

Greenberg, SE, 2004, Myalgia myositis rhabdomyolitis
justaskourdoctors.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar