November 22, 2010

PENGETAHUAN

Pengetahuan
a. Definisi.
Menurut Notoatmodjo (1993), pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Sebagian besar pengetahuan manusia melalui penglihatan dan pendengaran. Pengetahuan juga dapat diartikan sebagai sekumpulan informasi yang dipahami, yang diperoleh dari proses belajar selama hidup dan dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat penyesuaian dengan lingkungannya (Supriyadi, 1993). Pengetahuan suatu obyek dapat diperoleh dari pengalaman, guru, orang tua, teman, buku dan media masa (WHO, 1992 cit Retnoningrum, 2008 ). Pengetahuan seseorang terhadap suatu obyek dapat berubah dan berkembang sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, pengalaman dan tinggi rendahnya mobilitas informasi tentang obyek tersebut di lingkungannya. Dengan demikian pengetahuan itu dapat diperoleh dari pengalaman dan informasi-informasi yang diterima setiap hari, baik dari mendengar maupun melihat tanpa harus belajar melalui jalur pendidikan formal.
Menurut Bloom (Setiyaningsih, 2000 cit Retnoningrum, 2008), pengetahuan mempunyai beberapa tingkatan:
1) Tahu (know)
Adalah mengingat semua materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk ke dalam tingkat ini mengingat kembali sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari. Oleh sebab itu tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain: menyebutkan, menguraikan dan sebagainya, misalnya dapat menyebutkan faktor-faktor penyebab penyakit frambusia, tanda dan gejala penyakit frambusia, pencegahan/ pemberantasan penyakit frambusia dan pengobatan penyakit frambusia.
2) Memahami (comprehensive)
Kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, mengumpulkan dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari. Misalnya dapat menjelaskan mengapa pencegahan dan pemberantasan frambusia penting.
3) Aplikasi (Application)
Kemampuan menggunakan materi yang telah dipelajari pada kondisi dan situasi riil. Aplikasi disini dapat diartikan aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus metode, prinsip dan sebagainya dalam konteks atau situasi lain. Misalnya dapat menggunakan rumus statistik dalam perhitungan-perhitungan hasil penelitian, dapat menggunakan prinsip-prinsip siklus pemecahan masalah di dalam pemecahan masalah kesehatan.


4) Analisa (Analysis)
Kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen tetapi masih di dalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata-kata kerja dapat menggambarkan, membedakan, memisahkan dan sebagainya.
5) Sintesis (Synthesis)
Menunjuk suatu kemampuan untuk meletakan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis itu suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada, misalnya dapat menyusun, merencanakan, meningkatkan, menyesuaikan dan sebagainya terhadap suatu teori atau rumusan yang sudah ada.
6) Evaluasi (Evaluation)
Kemampuan untuk melakukan justifikasi atau melakukan penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian tersebut berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan.
1) Sosial ekonomi
Lingkungan sosial akan mendukung tingginya pengetahuan seseorang. Bila ekonomi baik, tingkat pendidikan tinggi maka tingkat pengetahuan akan tinggi pula.
2) Kultur (budaya, agama)
Budaya sangat berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan seseorang karena informasi yang baru akan disaring sesuai atau tidaknya dengan budaya yang ada atau agama yang dianut.
3) Pendidikan
Semakin tinggi pendidikan maka akan mudah menerima hal baru dan akan mudah menyesuaikan dengan hal baru tersebut.
4) Pengalaman
Pengalaman disini berkaitan dengan umur dan pendidikan individu. Pendidikan tinggi, maka pengalaman akan lebih luas, sedangkan semakin tua umur seseorang maka pengalamannya akan semakin banyak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar