November 22, 2010

GOUT ARTHRITIS

LANDASAN TEORITIS GOUT

1. PENDAHULUAN
Gout adalah sakit yang teramat nyeri seperti arthritis. Penyakit ini disebabkan tumpukan kristal asam urat di jaringan dan persendian tubuh. Tumpukan ini didapat dari makanan yang mengandung purin. Purin itu didalam tubuh diuraikan menjadi asam urat. Tubuh persendian gout tidak mampu secara benar mengeluarkan asam urat dari tubuh, sehingga kelebihan asam urat itu menumpuk dan mengkristal. Kelebihan asam urat dalam tubuh disebut hiperuricenia.
Penyebab pasti terjadinya gout belum bisa dipastikan. Namun, ada sejumlah factor yang bisa meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Beberapa orang punya kecenderungan mewarisi ketidakmampuan mengeluarkan asam urat dalam darah. Lalu orang yang gemuk cenderung lebih mudah terkena gout. Tekanan darah tinggi dan penyakit jantung juga dikenal menaikkan kadar asam urat. Tak kalah pentingnya adalah konsumsi makanan tinggi purin, termasuk diantaranya kerang, daging merah, jeroan, jamur, dan saus krim.
Gout bisa dicegah dengan banyak minum, menghindari makanan yang mengandung purin tinggi, menjaga berat badan, dan menghindari alcohol. Olah raga teratur juga bagus mengurangi gejala dan memperbaiki kesehatan secara umum. Lebih baik lagi jika mendapatkan asupan asam folat dan vitamin C. Asam folat dikenal terdapat dalam sayuran berwarna hijau. Jangan lupa perbanyak sayur dan buah-buahan.
Untuk pengobatan gout, tersedia banyak terapi dan obat-obatan. Dokter akan memberi anda obat-obatan untuk meredakan serangan gout itu. Belakangan ini orang mulai menoleh ke pengobatan alami untuk mengobati gout. Sesungguhnya, baik pengobatan medis ataupun alami sama-sama menyarankan perubahan pola makan menjadi lebih sehat untuk mencegah gout. Selain itu, penderitanya harus memperbanyak minum air putih dan menghindari minuman beralkohol
Epidemiologi dari gout ini sendiri yaitu sering terjadi pada pertengahan, 95 % pada laki-laki dan jarang pada wanita, prevalensi penyakit ini sendiri yaitu 3 kasus per 1000 penduduk.
2. DEFINISI
Gout atau pirai adalah suatu proses inflamasi yang terjadi karena over produksi atau menurunnya eksresi asam urat dan garam urat sehingga kadar asam urat dalam darah tinggi dan terjadi secara herediter. Gout merupakan asimetrik arthritis (monoartikular) yang berhubungan dengan hiperurisemia. Menurut sejarah gout telah dipikirkan sebagai suatu penyakit raja dan ratu karena ia berhubungan dengan diet kaya protein (Reeves, dkk. 2001). Penumpukan asam urat disekitar sendi ini disebut : tofi. Penyakit ini disebabkan berkurangnya enzym yang dibutuhkan untuk melengkapi metabolisme purine agar dapat dieksresi oleh ginjal. Tidak sempurnanya metabolisme ini menyebabkan menumpuknya asam uric (kristal natrium urat), dimana asam uric ini merupakan produk pemecahan purine.
Pada hiperurisemia primer, kenaikan kadar urat serum merupakan konsekuensi dari kesalahan metabolisme asam urat. Hiperurisemia primer dapat disebabkan oleh diet yang ketat, asupan makanan kaya purin yang berlebihan atau kelainan herediter. Pada hiperurisemia sekunder, penyakit gout merupakan gambaran klinik ringan yang terjadi akibat sejumlah proses genetic atau didapat, termasuk keadaan terjadinya penigkatan pergantian sel (leukemia, multiple meiloma, beberapa tipe anemia.
3. ETIOLOGI
a. Penyebab Primer
 Diit tinggi purin
 Kelainan herediter
b. Penyebab Sekunder
 Penggunaan obat-obatan pada penyakit leukemia dan penyakit berbahaya lainnya.
 Genetik.
Hiperurikemia dan gout berkembang dari produksi asam urat berlebihan dan atau ekskresinya di ginjal yang menurun
4. PATOFISIOLOGI
Kristal natrium urat yang berlebihan dari asam urat yang tidak dikeluarkan akan membentuk batu ginjal dan dapat meningkat dalam tubuh. Dengan adanya endapan serum asam urat dalam jaringan tubuh maka dapat menurunkan konsentrasinya dalam darah. Jaringan yang menjadi endapan kristal asam urat yaitu : tulang sendi, tulang kartilago seperti pada telinga dan ginjal. Endapan kristal asam urat yang berlebihan pada jaringan disebut tophi. Endapannya didalam ginjal menyebabkan batu asam urat/batu ginjal. Kristal asam urat biasanya mengendap pada bagian perifer tubuh dan akibat kelebihan dapat menyebabkan inflamasi yaitu inflamasi pada metacarpal dan pergelangan tangan. Apabila frekuensi endapan kristal asam urat yang banyak menyebabkan cacat, inflamasi, odem, panas, kemerahan dan nyeri sendi. Gout juga menjadi penyebab sekunder terjadi kerusakan sel akibat terapi obat-obatan pada penyakit leukemia dan penyakit berbahaya lainnya.

5. MANIFESTASI KLINIK
Manifestasi sindrom Gout mencakup artritis Gout yang akut (serangan inflamasi artikuler dan periartikuler yang berat), tofus/tofi (endapan kristal yang menumpuk dalam jaringan artikuler, jaringan sekitar osteus, jaringan lunak seperti kartilago), nefropatik gout (gangguan ginjal) dan pembentukan batu asam urat dalam traktus urinarius.
Manifestasi karakteristik pada Gout adalah peradangan dan pembengkakan pada sendi yang terluka, rasa sakit dan meningkatnya temperatur. Fase akut sering dimulai dengan serangan rasa sakit yang terjadi dimalam hari pada satu sendi, biasanya jempol kaki dan terjadi selama 3-7 hari. Serangan rasa sakit tersebut biasanya diakibatkan oleh peningkatan luka, menggunakan diuretik (yang akan menyebabkan naiknya reabsorbsi tubular kristaal asam urat), minum alkohol/makan makanan yang mengandung tinggi purin.
6. KOMPLIKASI
a. Batu ginjal.
b. Gout artritis.(kronis)

7. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK DAN PENEMUANNYA
Tes diagnostik Penemuan
X-ray (Rontgen)

Serum asam urat

Pemeriksaan mikroskop dan cairan aspirasi
Leukositosis ringan dengan adanya peningkatan LED. Menyerupai kista, adanya lubang dan area kartilago tembus cahaya.
Meningkat, normal pada laki-laki 3,9-7,8 mg/dl danpada perempuan 2,5-6,8 mg/dl.
Adanya kristal asam urat

8. DIAGNOSIS BANDING
a. Artritis Rematoid
b. Osteoartritis
c. Celulitis
d. Artritis Infeksi

9. MANAGAMEN MEDIK
a. Managamen umum
 Selama fase akut
- Bed rest untuk mengurangi tekanan pada sendi-sendi
- Beri kompres dingin pada sendi-sendi tulang
- Beri ayunan tempat tidur untuk melindungi saat terjadi inflamasi pada sendi-sendi tulang
 Modifikasi diet : diet rendah purin
 Penurunan BB pada pasien obesitas
b. Terapi obat
 Selama fase akut
Beri colchicines colsalide) 1 mg peroral. Diberikan 0,5 mg setiap jam sampai nyeri berkurang / diare, kemudian hentikan terapi.
Efek samping :
 Depresi sumsum tulang
 Anemia aplastik
 Leukopenia, mual, muntah, diare, kram, ruam kulit.
 Terapi pemeliharaan
1) Probenecid (Benemid) dosis 0,5gr 2x/hari
Efek samping : sakit kepala, mual, muntah, anorexia, frekuensi urinari.
2) Allopurinal (Zyloprim) dosis 400-800 mgr/hari
Efek samping :
 Gangguan gastrointestinal atas (mual, gangguan pencernaan).
 Reaktivasi penyakit ulserpeptik.
 Analgesik
Analgesik ringan seperti aspirin tiap 4 jam untuk mengurangi nyeri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar