November 22, 2010

ASKEP ENSEFALITIS

ENSEFALITIS

Definisi
Ensefalitis adalah inflamasi jaringan otak. Untuk diagnosis pastinya hanya dibuat berdasarkan pemeriksaan patologi anatomi jaringan otak. Secara praktis, diagnosis dibuat berdasarkan manifestasi neurologik dan informasi epidemiologik. Bila keadaan klinis menggambarkan ensefalitis, tetapi tidak terjadi proses inflamasi di otak, maka disebut ensefalopati (ex: sindrom Reye). Proses inflamasi dapat terjadi secara lokal atau menyangkut sistem saraf lain, sehingga dapat terjadi: ataksia serebral akut, meningoensefalitis, meningoensefalomieloradikulitis (sindrom Guillain-Barre).
Ensefalopati toksik akut adalah suatu sindrom klinis dimana terjadi depresi akut dalam keadaan sadar tanpa sebab yang nyata. Riwayatnya adalah, anak yang sebelumnya sehat, kemudian jatuh ke dalam stupor dan koma, seringkali disertai konvulsi. Cairan serebrospinal mungkin meningkat tekanannya, tetapi selain itu normal.
Sindrom Reye adalah suatu sindrom dimana fungsi hati abnormal, terjadi perubahan patologik pada hati dan visera lainnya pada anak dengan ensefalitis.

Etiologi
1. Infeksi virus:
 Dari orang ke orang: morbili, gondong, rubella, kelompok enterovirus, kelompok herpes, kelompok pox, influenza A dan B.
 Lewat arthropoda: Eastern equine, Western equine, Dengue, Colorado tick fever.
2. Infeksi non virus:
 Ricketsia
 Mycoplasma pneumoniae
 Bakterial: meningitis tuberkulosa dan bakterial sering mempunyai komponen ensefalitis.
 Spirocheta: sifilis, leptospirosis.
 Cat-scratch fever.
 Jamur: kriptococus, histoplasmosis, aspergilosis, mukomikosis, kandidosis, koksidiodomikosis.
 Protozoa: plasmodium, tripanosoma, toksoplasma.
 Metazoa: throchinosis, ekinokokosis, sistiserkosis, skistosomiasis.
3. Parainfeksi-postinfeksi, alergi:
 MMR, influenza, pertusis, ricketsia, influensa A, B, hepatitis.
 Pasca vakainasi MMR, influensa, vaksinasi, pertusis, yellow fever, tifoid.
4. Human Slow Virus:
 PE
 Jackop-Creutzfeldt disease
 Progessive multifokal leucoencephalophaty
 Kuru
5. Kelompok tidak diketahui

Patofisiologi
Adanya agen infeksi

Reaksi inflamasi pada parenkim otak

Degenerasi dan fagositosis dari sel saraf Cedera pada mitokondria
neuronal

edema otak

Peningkatan TIK

Gangguan aliran darah

Tanda dan gejala
 Panas tinggi (gejala kardinal).
 Kesadaran menurun (gejala kardinal)
 Kejang fokal maupun umun (gejala kardinal)
 Nyeri kepala
 Mual, muntah
 Mengigau dan berteriak teriak.

Penanganan
1. Tatalaksana penderita rawat inap:
a. Mengatasi kejang adalah tindakan vital, karena kejang pada ensefalitis biasanya berat.
b. Perbaiki hemostasis: Infus D5-1/2 S atau D5-1/4S (tergantung umur), dan pemberian oksigen.
c. Deksamethason 0,5-1,0 mg/kgBB/hari, iv, dibagi 3 dosis.
d. Manitol.
e. Antibiotik
f. Fisioterapi dan terapi bicara
g. Makanan TKTP, kalau perlu MLP.
h. Perawatan yang baik
Pemantauan:
Keadaan umum, kesadaran, tanda vital, kejang, gizi, pungsi lumbal, kelainan THT, Cushing sign.
2. Tatalaksana penderita rawat jalan:
a. Pemantauan kelainan yang dijumpai selama rawat inap.
b. Medikamentosa,
c. Konsultasi THT rutin
d. Fisioterapi: terapi wicara.

Pemeriksaan penunjang
1. Pemeriksaan neurologis: gangguan kesadaran, hemiparesis, tonus otot meningkat, spastisitas, terdapat refleks patologis, refleks fisiologis meningkat, klonus, gangguan nervus kranialis (buta, tuli), ataksia.
2. Pemeriksaan laboratorium:
 Pungsi lumbal:
a. LCS jernih
b. Reaksi pandy/nonne-apelt (+)/(-)
c. Jumlah sel: 0 sampai beberapa ribu, sel polimorfonuklet.
d. Protein: normal sampai sedikit naik.
e. Gula: normal
f. Kultur: 70%-80% (+), untuk virus 80% (+)
 Darah:
a. WBC normal/meninggi tergantung etiologi
b. Hitung jenis: normal/dominasi sel polimorfonuklear.
c. Kultur: 80-90% (+)
3. Pemeriksaan pelengkap:
a. CRP darah dan LCS
b. Serologi (Ig M. Ig G).
c. EEG: multifokal pseudokompleks.
d. CT Scan kepala: edema otak, tanpa bercak-bercak hipodens tuberkulosis/tuberkel yang terfokus.

DAFTAR PUSTAKA
____________. 2004. Handbook Nursing Diagnosis: A Guide to Planning Care. 5th ed. Available on URL:http://www.vs.elsevierhealth.com.

Closkey JC & Bulechek. 1996. Nursing Intervention Classification. 2nd ed. Mosby Year Book.

Johnson M, dkk. 2000. Nursing Outcome Classification (NOC). Second edition. Mosby.

Komite Medik RSUP Dr. Sardjito. 2000. Standart Pelayanan Medis RSUP Dr. Sardjito. Buku 2. Medika FK UGM. Jogajakarta.

NANDA. 2005-2006. Nursing Diagnosis: Deffinition & Classification. Philadhelphia.

Nelson. 1992. Ilmu Kesehatan Anak. Bagian 3. Edisi 12. EGC. Jakarta.

Staf Pengajar FK UI. 1985. Ilmu Kesehatan Anak 2. Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UI. Jakarta.

Wilson, M.N. dan Price, A.S. 1995. Patofisiologi :Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Buku 2. EGC. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar