November 23, 2010

ASKEP CONDYLOMATA ACUMINATA

A. Pengertian.
Condylomata Acuminata merupakan salah satu dari empat kategori utama penyakit kulit dan kelamin yang disebabkan oleh oleh virus kutil. Ini merupakan kategori yang terjadi secara primer pada genitalia atau perinium. Kutil nampak single (tunggal) atau multiple (berkelompok), pink lembut hingga coklat, memperpanjang lesi, biasanya berkelompok dan kadang-kadang besar seperti bunga kol, yang bisa menimbulkan luka.

B. Etiologi.
Penyakit ini disebabkan oleh papilomavirus.

C. Patofisiologi.
Virus penyakit ini menyerang lapisan superfisial epidermis, dan menginfeksi sel epitelial tunggal; serta merangsang pemecahan sel stratum spinosum; merupakan penyebab terbesar kutil.
Pada tes mikroskopik pada sel yang terinfeksi menunjukan sejumlah partikel virus. Kutil genitalia dapat ditemukan pada vagina dan serviks wanita serta ureter anterior pada pria. Kutil perineal dan anal wanita secara umum di sebabkan oleh penyebaran. Sedangkan kutil anal pada pria berhubungan dengan koitus anal. Kutil genitalia menyerupai kutil kulit sehingga dapat memberi kesan bahwa terjadi transmisi dari tangan ke genital yang merupakan kategori lain kutil kulit.

D. Komplikasi
 Infeksi sekunder dan perdarahan kutil..
 Transformasi malignant (perubahan yang berbahaya).
 Kutil laringeal pada neonatus.

Tabel : peninjauan pada STDs yang ada lesi nonulserasi ( candylomata Acuminata).

Kejadian : Hampir seluruh dunia.
Agen penyebab : Papillomavirus.
Reservoir : Manusia.
Transmisi : Kontak langsung seksual.
Periode penularan : 1-2 bulan (biasanya 4 bulan).
Kerentanan dan daya tahan : belum diketahui : mungkin bersamaan dengan lesi.
Keluhan : Umum.
Sumber : tidak ada.

E. Test diagnostik
 Byopsi : menunjukan adanya malignancy.
 Serologi : menunjukan adanya sifilis kondilomata.

F. Menajemen medik.
1) Terapi obat.
Tidak ada terapi yang tersedia untuk mengatasi infeksi.
2) Pembedahan
Terapi alternatif dilakukan untuk menghilangkan kutil exophytic termasuk cryoterapi, dan electrodesikasi/elektrocautery ; laser karbon dioksida dan pembedahan yang konfensional untuk kutil yang meluas. Tidak ada pengobatan yang tersedia untuk kutil serviks hinga mengakibatkan keluarnya cairan papanicolaon agenkeratolitik untuk menyembuhkan condylomata acuminata podophillin, 10%-25% dalam persenyawaan larutan benzoin untuk kutil; menghilangkan selama 1-4 jam; sampai pengobatan 4 mingguan (tidak di anjurkan selama kehamilan atau pada kutil uretral, oral, cervikal, atau anorektal).

ASUHAN KEPERAWATAN

1. Pengkajian
No Pengkajian Observasi
1. Riwayat Pernah kontak seksual dengan orang yang terinfeksi : multiple dan patner sex yang tidak diketahui.
2. Daerah Anogenital Condylomata (kutil) : kutil ganda atau tunggal, berwarna merah muda kecoklatan, lesi yang lama, selalu berkelompok kadang terdapat massa yang luas dan tanpa nyeri yang berlebihan.

2. Diagnosa
1. Potensial infeksi (pasien kontak) b.d adanya kuman patogen pada luka atau sekresi /eksudat dari serviks, uretra, mata, faring, atau anus.
DS : Riwayat kurang terlindungnya aktifitas seksual atau STD.
DO : Tes laboratorium, ada eksudat positif mengandung patogen. Tes serologi; positif mengandung antibodi.ditemukan lesi nonulserasi. lesi yang tidak bernanah (molluscum, condylomata (kutil)).
2. Potensial infeksi (pasien komplikasi) b.d perluasan atau penyebaran dari penyakit jika tidak di obati secara adekuat.
DS : Ada riwayat gonarrhea, clamydia, sifilis, LV, condylomata, chancroid.
DO : Mengalami kerusakan jaringanakibat pengobatan yang salah dan atau pengobatan yang tidak adekuat.


3. Kurang pengetahuan b.d kurang terpapar terhadap informasi tentang penyakit candylomata.
DS : Pasien mengatakan ia tidak mengetahui tentang metode pencegahan dan pengobatan yang tepat.
DO : Sering bertanya pada perawat tentang penyakitnya.

3. Perencanaan
Goal:
1) Pasien tidak menularkan infeksi kepada orang lain, dan tidak kambuh setelah pengobatan.
2) Pasien bebas infeksi sebelum infeksi tersebut meluas atau menyebar.
3) Pasien akan meningkatkan pengetahuan yang cukup tentang candylomata (penyebab dan pengobatannya).

4. Implementasi
Diagnosa I.
Intervensi dan rasional :
 Ambil spesimen untuk lab. Darah dan serum sifilis, herpes, atau clamydia.
R/ Untuk menentukan diagnosa dan perawatannya.
 Gunakan tindakan pencegahan secara umum ketika mengambil spesimen dan selama pemeriksaan pasien.
R/ Terdapat infeksi pada lesi dan eksudat pada mukosa membran.
 Amati dan perhatikan selama kontak dengan pasien.
R/ Untuk mencegah reinfeksi pasien.
 Periksa serum pada wanita hamil untuk sifilis, paling sedikit satu kali selama kehamilan, pemeriksaan pada trimester III dan sekali lagi (tes darah ibu), beri anti infeksi sesuai order.
R/ Sifilis ditransmisikan ke fetus. Perawatan yang adekuat pada ibu sebelum 15 minggu, untuk mencegah akan adanya bahaya pada fetus, dan bayi baru lahir dapat terinfeksi dari ibunya.
 Periksa kembali dan rawat wanita hamil dengan riwayat STDs sebelum melahirkan. Beri profilaksis untuk mata.
R/ Untuk mencegah transmisi selama hamil.
Diagnosa II.
Intervensi dan rasional :
 Beri anti infeksi sesuai order.
R/ Pemberian obat bisa mencegah komplikasi dan transmisi STDs.
 Dukung pasien untuk mulai melaksanakan/mengikuti anjuran perawat.
R/ Untuk memastikan pengobatannya.
 Monitor penurunan daya imun pasienyang mempunyai gejala munculnya infeksi.
R/ Penurunan daya tahan imun dapat mempengaruhi timbulnya infeksi serius yang sistemik.
 Monitor suhu tubuh dan gejala-gejala menyebarnya infeksi.
R/ Deteksi dini adanya infeksi dan perawatan dengan pemberian agen anti infeksi dapat mencegah penyebaran patogen, beberapa penyakit, dan masalah keperawatan.
 Monitor tanda-tanda munculnya infeksi sekunder.
R/ Untuk mempersiapkan pengobatan yang dibutuhkan sehingga mendukung penyembuhannya. (tidak terjadi infeksi lagi).
Diagnosa II.
Intervensi dan rasional :
 Sesuai pendidikan pasien.


5. Evaluasi
1. Setelah pengobatan infeksi tidak tertular pada orang lain, pasien tidak kambuh lagi setelah mendapat pengobatan.
Data indikasi :
Pasien membatasi kontak langsung dengan orang lain.
2. Tidak ada tanda-tanda peradangan : tidak ditemukan tanda-tanda infeksi sekunder : CSF normal.
3. Pasien memiliki pengetahuan tentang cara pencegahan infeksi sebelum perluasan atau penyebaran virus : pasien dapat mengetahui tentang cara pengobatan dan tujuan dari penggunaan antiinfeksi dalam jangka waktu yang dibutuhkan.

6. Pendidikan Pasien.
Instruksi umum :
 Anjurkan pada pasien untuk menghindari aktivitas seksual sampai tidak ditemukan koplikasi atau pengobatan terakhir dan sampai ditemukan hasil yang negatif pada pemeriksaan serksi.
 Jelaskan pada pasien tentang tanda dan gejala dan mengenalinya agar segera mendapatkan pengobatan.
 Jelaskan pada pasien tentang kegunaan dari penggunaan antiinfeksi untuk mencegah komplikasi. Gagalnya pengobatan infeksi kronik dan komplikasinya.
 Jelaskan pada pasien tentang penggunaan tetrasiklin sesuai aturan selama satu jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan cegah pemberian cairan yang berlebihan, antasida, sat besi atau mineral lainnya. Cegah paparan langsung terhadap sinar matahari.
 Anjurkan pada pasien untuk menghindari infeksi yang berkelanjutan dengan selalu menyiapkan kondom.
 Dukung dan anjurkan pada pasien dan pasangan untuk melakukan tes HIV.
 Anjurkan pada pasien untuk memriksa keadaannya 1 bulan setelah pengobatan untuk mencegah timbulnya atau munculnya luka-luka baru. Pemeriksaan lanjutan dibutuhkan setiap minggu sampai seluruh kutil benar-benar hilang. Informasikan pada pasien tentang keadaan yang dialami saat ini.

Kesimpulan.
Condylomata Acuminata merupakan satu dari empat kategori utama yang disebabkan oleh oleh virus kutil. Ini merupakan kategori yang terjadi secara primer pada genitalia atau perinium. Kutil nampak single (tunggal) atau multiple (berkelompok), pink lembut hingga coklat, memperpanjang lesi, biasanya berkelompok dan kadang-kadang besar seperti bunga kol.
Patofofisiologi Virus penyakit ini menyerang lapisan superfisial epidermis, dan menginfeksi sel epitelial tunggal; serta merangsang pemecahan sel stratum spinosum; merupakan penyebab terbesar kutil.
Pada tes mikroskopik pada sel yang terinfeksi menunjukan sejumlah partikel virus. Kutil genitalia dapat ditemukan pada vagina dan serviks wanita serta ureter anterior pada pria. Kutil perineal dan anal wanita secara umum di sebabkan oleh penyebaran. Sedangkan kutil anal pada pria berhubungan dengan koitus anal. Kutil genitalia menyerupai kutil kulit sehingga dapat memberi kesan bahwa terjadi transmisi dari tangan ke genital yang merupakan kategori lain kutil kulit.
Komplikasi
 Infeksi sekunder dan perdarahan kulit.
 Transformasi malignant (perubahan yang berbahaya).
 Kutil laringeal pada neonatus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar