November 22, 2010

ASKEP AKUT LIMFOBLASTIK LEUKEMIA (ALL)

AKUT LIMFOBLASTIK LEUKEMIA (ALL)
A. Definisi
 Leukemia adalah keadaan keganasan organ pembuat darah, sehingga sumsum tulang didominasi oleh klon maligna limfositik dan terjadi penyebaran sel-sel ganas tersebut ke darah dan semua organ tubuh
 Leukemia adalah penyakit neoplasmik yang ditandai oleh proliferasi abnormal dari sel-sel hematopoietik. (Virchow, 1847)
 ALL adalah penyakit keganasan, merupakan infiltrasi progresif pada Bone Marrow dan organ Lymphatic oleh sel lymphoid limphoblas immature.
B. Etiologi
Walaupun sebagian besar penderita leukemia faktor-faktor penyebabnya tidak dapat diidentifikasi, tetapi ada beberapa faktor yang terbukti dapat menyebabkan leukemia. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah:
a. Faktor genetik
Insiden leukemia akut pada anak-anak penderita sindrom Down adalah 20 kali lipat lebih banyak dari pada normal. Dari data ini, ditambah kenyataan bahwa saudara kandung penderita leukemia mempuyai resiko lebih tinggi untuk menderita sindrom Down, dapat diambil kesimpulan pula bahwa kelainan pada kromosom 21 dapat menyebabkan leukemia akut. Dugaan ini diperkuat lagi oleh data bahwa penderita leukemia garanulositik kronik dengan kromosom Philadelphia translokasi kromosom 21, biasanya meninggal setelah memasuki fase leukemia akut.
b. Faktor lingkungan
Faktor-faktor lingkungan berupa kontak dengan radiasi ionisasi desertai manifestasi leukemia yang timbul bertahun-tahun kemudian. Zat-zat kimia (misalnya, benzen, arsen, klorampenikol, fenilbutazon, dan agen antineoplastik) dikaitkan dengan frekuensi yang meningkat, khususnya agen-agen akil. Leukemia juga meningkat pada penderita yang diobati baik dengan radiasi atau kemoterapi.
c. Virus
Ada beberapa hasil penelitian yang menyebutkan bahwa virus sebagai penyebab leukemia antaralain: enzyme reverse transcriptase ditemukan dalam darah penderita leukemia. Seperti diketahui, ensim ini ditemukan didalam virus onkogenik seperti retrovirus tipe – C, yaitu jenis virus RNA yang menyebabkan leukemia pada binatang.
C. Tanda dan Gejala
 Gejala : Malaise, kelelahan, perdarahan, memar, demam, nyeri tulang.
 Limpadenophati
 Splenomegali dan hepatomegali
 Pembesaran testis
 Central Nervus System (CNS) : Tekanan intrakranial meningkat
Gambaran Laboratori dan Radiologi
 Darah perifer : Anemia, trombocytopenia, neutropenia
 Aspirasi Bone Marrow : > 25 % leukemia lymphoblasts
 Radiografik : massa mediastinal
D. Klasifikasi dan patofisiologi
Klasifikasi leukemia terdiri dari akut dan kronik, Klasifikasi kronik didasarkan pada ditemukannya sel darah putih matang yang mencolok – granulosit (leukemia granulositik/mielositik) atau limfosit (leukememia limfositik).
Klasifikasi leukemia akut menurut the French-American-British (FAB) Sbb:
Leukemia Limfoblastik Akut :
L-1 Leukemia limfositik akut pada masa kanak-kanak : pospulasi sel homogen
L-2 Leukemia limfositik akut tampak pada orang dewasa : populasi sel heterogen
L-3 Limfoma Burkitt-tipe leukemia : sel-sel besar, populasi sel homogen
Leukemia Mieloblastik Akut :
M-1 Deferensiasi granulisitik tanpa pematangan
M-2 Deferensiasi granulositik disertai pematangan menjadi stadium promielositik
M-3 Deferensiasi granulositik disertai promielosit hipergranular yang dikaitkan dengan pembekuan intravaskular tersebar (Disseminated intavascular coagulation)
M-4 Leukemia mielomonositik akut : kedua garis sel granulosit dan monosit
M-5a Leukemia monositik akut : kurang berdeferensiasi
M-5b Leukemia monositik akut : berdeferensiasi baik
M-6 Eritroblas predominan disertai diseritropoesis berat
M-7 Leukemia megakariosit
Leukemia dibagi menurut jenisnya kedalam limfoid dan mieloid. Masing-masing ada yang akut dan kronik. Pada garis besarnya pembagian leukemia adalah sebagai berikut:
1. Leukemia mieloid
a. Leukemia granulositik kronik/LGK(leukemia mieloid/mielositik/ mielogenus kronik)
b. Leukemia mielositik akut atau leukemia granulositik akut/ LGA (leukemia mieloid/mielositik/granulositik/ mielogenus akut)
2. Leukemia limfoid
a. Leukemia limfositik kronik
Merupakan suatu gangguan limfoproliferatifyang ditemukan pada kelompok umur tua (sekitar 60 tahun) yang dimanifestasikan oleh poliferasi dan akmulasi limfosit matang kecil dalam sumsum tulang, darah perifer,dan tempat-tempat ekstramedular dengan kadar yang mencapai 100.000/mm3 atau lebih, limposit abnormal umumnya adalah limposit B.
b. Leukemia limfoblastik akut
Penyakit ini terdapat pada 20% orang dewasa yang menderita leukemia, keadaan ini merupakan kanker yang paling sering menyerang anak-anak dibawah umur 15 tahun denga puncak insidens antara umur 3 dan 4 tahun. Manifestasi berupa poliferasi limfoblas abnormal dalam sumsum tulamg dan tempat-tempat ekstramedular.

E. Pengobatan
1. Medikamentosa
a. Protokol pengobatan leukemia limfoblastik akut (menurut IDAI), yaitu :
 Protokol half dose metothrexate (Jakarta 1994)
 Protokol Wijaya Kusuma (WK-ALL 2000)
b. Pengobatan Suportif
2. Bedah
Tidak dilakukan tindakan pembedahan pada ALL
3. Supportif
Terapi supportif msalnya transfusi komponen darah, pemberian antibiotik, nutrisi dan dukungan psikososial.

F. Asuhan Keperawatan
3. Pengkajian
 Anamnesia : Anemia, sering demam, perdarahan, berat badan turun, anoreksia, kelemahan umum
 Ada keluhan pembesaran kelenjar getah bening dan perut.
4. Pemeriksaan fisik
 Kulit anemis, tanda perdarahan. Mukosa anemis, perdarahan, ulsera, angina Ludwig.
 Pembesaran kelenjar limfe umum, splenomegali, kadang hepatomegali
 Pada jantung terjadi kelainan sebagai akibat anemia
 Infeksi pada kulit, paru, tulang
5. Pemeriksaan penunjang
 Pada pemeriksaan apus darah tepi didapatkan anemia normositik normokromik, kadang-kadang ditemukan normoblas.
 Pada hitung jenis terdapat limfoblas, juga didapatkan trombositopenia
 Uji tourniquet positif dan waktu perdarahan memanjang, dan retikulositopenia.
 Aspirasi Bone Marrow : > 25 % leukemia lymphoblasts
 Radiografik : massa mediastinal
4. Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul :
Diagnosis Keperawatan Esensial berhubungan dengan diagnosis leukemia :
b. Perubahan proses keluarga b.d. dampak diagnosis leukemia dan prognosis tak pasti
c. Berduka
d. Kurang pengetahuan
Diagnosis Keperawatan Esensial berhubungan dengan supresi sumsum tulang
a. Risiko infeksi
b. Perubahan perfusi jaringan, kardipulmonal b.d. anemia dan trombositopenia karena leukemia/kemoterapi
Diagnosis Keoerawatan Esensial berhubungan dengan Kemoterapi
a. Resiko Cedera
b. Risiko terhadap perubahan membrane mukosa
c. Risiko terhadap perubahan volume cairan
d. Tidak toleran terhadap aktivitas
e. Nutrisi kurang
f. Gangguan citra tubuh
g. Perubahan integritas kulit
h. Risiko perubahan perfusi jaringan, ginjal
i. PK : Anafilaksis syok
j. PK : Perdarahan
k. Risiko penurunan curah jantung
e. PK : Leukositosis
f. Risiko Infeksi b.d tidak adekuatnya pertahanan sekunder
g. Risiko terhadap cedera b.d bentuk darah abnormal, kecenderungan perdarahan sekunder terhadap leukemia dan efek samping kemoterapi
h. Ketidakberdayaan b.d ketidakmampuan untuk mengontrol situasi, ketidakberdayaan gaya hidup

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar