September 18, 2010

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK R. DENGAN ACUTE LYMPHOCYTIC LEUKEMIA L1, HIGH RISK

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK R. DENGAN ACUTE LYMPHOCYTIC LEUKEMIA L1, HIGH RISK

A. KONSEP TEORI
1. Pengertian
Suatu proses pertumbuhan dan perkembangan sel darah yang tidak terkontrol pada fase lympoid dari pembentukan sel darah pada sumsum tulang, sehingga menempatkan sel di luar siklus normal dimana, sel –sel darah yang dihasilkan tidak dapat berfungsi normal.

2. Klasifikasi
Leukemia memiliki beberapa klasifikasi tergantung fase yang terbentuk: secara umum dibagi dalam 2 kalsifikasi yaitu leukemia limphocytik bila cancer menyerang pada stem cells jalur lymphoid, dan leukemia myelocytik bila cancer pada jalur myeloid.
3. Pathway
4. Tanda dan Gejala
Karena sel darah yang dihasilkan oleh pertumbuhan cancer adalh sel darah abnormal maka tidak dapat menjalankan fungsi darah antara lain mengangkut oksigen ke seluruh tubuh akibat anemia, pasien juga akan sering mengalami infeksi (demam sering) akibat rendahnya sistem pertahanan tubuh, mengalami masalalah perdarahan akibat trombosit yang rendah. Sel-sel leukemia dapat berkumpul pada bagian-bagian tertentu tubuh terutama sistem RES (hati, limpa, kel. Limfa) dan menimbulkan pembengkakan/ pembesaran organ sehingga pasien akan mengeluh nyeri dan ketidaknyamanan.

5. Pemeriksaan Penunjang
6. Pengobatan
Leukemi merupakan kanker sistemik maka pengobatan utama dengan kemoterapi. Pada pengobatan leukemia dengan kemoterapi terdiri dari 5 fase: induksi, konsolidasi, interin maintenance, intensifikasi lambat, dan maintenance.
Fase induksi bertujuan untuk mencapai remisi atau sel blast sumsum tulang kurang dari 5%. Fase induksi terdiri dari 3-4 obat yang terdiri dari glucocorticoid, vincristine, asparaginase.
Fase konsolidasi diberikan segera setelah remisi tercapai untuk mengurangi beban sel leukemi sebelum resistensi obat emergensi dan relaps, dan memperbaiki ketahanan hidup jangka panjang pada pasien standar-risk disease. Pada fase konsolidasi ini dosis obat diberikan dosis yang lebih tinggi atau pasien diberikan obat yang berbeda misalnya high-dose MTX, dan 6-mercaptopurine, epipodophyllotoxin dengan citarabine, atau terapi kombinasi dengan multiagen.
Interin maintenance diberikan untuk mempertahankan remisi, dan memberi kesempatan sumsum tulang untuk pulih, berlangsung selama 4 minggu.
Fase delayed intensification untuk mempertahankan resistent sel leukemi
Fase maintenance, terdiri dari MTX intratechal setiap 3 bulan, vincristine tiap bulan, 6-MP tiap hari, dan MTX tiap minggu.
Lama terapi antara 2,5 – 3 tahun.

7. Masalah Keperawatan Yang Sering Muncul

B. ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
2. Masalah dan Diagnosis Keperawatan
3. Prioritas Masalah
4. Perencanaan Keperawatan
5. Implementasi Keperawatan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar